Setelah menyelesaikan dan dikatakan lulus dari SMK, apakah yang terlintas dalam benakmu? Apakah ingin melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, ataukah ingin langsung bekerja, sesuai dengan keterampilan yang telah dimiliki? Tujuan sekolah menengah kejuruan memang menghasilkan tenaga kerja yang siap untuk bekerja setelah menyelesaikan pendidikannya di SMK. Tetapi tentu saja tidak menutup kemungkinan jika seseorang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, apalagi jika memang punya kesempatan, didorong oleh orang tua, dam memiliki kemampuan serta fasilitas yang memadai, maka melanjutkan pendidikan menjadi hal yang mungkin dapat diraih. Tetapi jika kamu termasuk orang yang ingin segera mendapatkan pekerjaan agar dapat mempraktikan segala keterampilan yang telah dipelajari, dan ingin segera mempunyai penghasilan sendiri tanpa harus merepotkan orang tua, maka anda harus bersiap-siap juga menghadapi persaingan dunia kerja yang saat ini semakin ketat saja… Nah, yang dimaksud dengan pekerjaan itu sendiri adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh individu secara sadar, terarah, terpola, formal dan berkesinambungan untuk menghasilkan suatu yang dihargai oleh dirinya ataupun orang lain. Hal ini berbeda dengan karir, yang berarti suatu perwujudan diri dalam perjalanan hidup yang bermakna.
Mendapatkan pekerjaan yang layak, merupakan harapan setiap orang. Tetapi untuk mencapai dan mendapatkan hal itu bukan hal yang mudah banyak diantara kita yang sudah berusaha dengan mengarahkan segala kemampuan yang dimiliki, tetap saja belum membuahkan hasil yang diinginkan, tentu daja ini dapat membuat sebagian orang merasa kecewa dan pada akhirnya menjadi putus asa dan tidak pernah mencoba lagi melamar pekerjaan. Saat ini kita mendapat pekerjaan, maka yang pertama harus dilakukan adalah membuat lamaran kerja. Lamaran kerja ini hartus dapat mengambarkan diri pelamar. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan saat akan melamar pekerjaan antara lain:
- Menyiapkan mental untuk memasuki dunia kerja
- Menyiapkan keterampilan yang dimiliki selain latar belakang pendidikan yang menunjang
- Membuat surat lamaran kerja yang baik
- Menyiapkan diri untuk menghadapi tes seleksi calon pegawai jika perusahaan yang anda tuju menyelenggarakan seleksi
- Menyiapkan diri untuk menghadapi tugas yang akan dikerjakan apabila diterima bekerja.
Berikut ini akan dibahas secara singkat tentang hal-hal diatas.
- Menyiapkan mental sangat penting, karena dengan mental yang sudah siap maka seseorang akan tahan menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dan tidak kalah pentingnya adalah sebaiknya anda mengetahui jenis pekerjan yang anda lamar.
- Maksud dari menyiapan keterampilan adalah calon pencari kerja menyiapkan diri dengan keterampilan dan keahlian yang dimilkinya, agar saat harus menunjukan kemampuan dan keterampilan, sudah siap.
- Surat lamaran merupakan hal penting yang jangan diabaikan. Surat lamaran merupakan gambaran dari seseorang. Dalam menulis surat lamaran harus memperhatikan tiga hal, yaitu menarik perhatian pembaca, meyakinkan bahwa anda mempunyai kemampuan yang diperlukan dan meminta kesempatan untuk diwawancara dan bila diperlukan anda dapat menunjukan kemampuan yang anda miliki atau anda kuasai. Dalam menulis surat lamaran, gunakan kata-kata yang sopan, jelas dan tidak bertele-tele hal yang penting dalam menulis surat lamaran pekerjaan adalah menyampaikan keinginan anda untuk melamar pekerjaan dengan syarat-syarat yang anda penuhi.
- Tahap berikutnya adalah menghadapi tes seleksi, dalam hal ini seseorang harus dapat menunjukan kemampuan intelegensi, bakat, minat dan kepribadian.
- Apabila sudah melalui tahapan yang sebelumnya, maka tahap yang teakhir adalah menyiapkan diri menrima tugas-tugas ditempat anda bekerja, jika anda diterima.
Setelah anda menyiapkan hal-hal penting seperti yang tercantum sebelumnya, sekarang kita bahas tentang surat lamaran kerja, bagian ini menjadi penting karena surat lamaran kerja merupakan awal dari perjalanan kita dalam mendapat pekerjaan yang kita inginkan . Hal yang harus anda perhatikan dalam menulis surat lamaran kerja adalah :
- Menjelaskan jabatan/posisi yang diinginkan
- Memberikan informasi tentang kemampuan dan pengetahuan yang berhubungan dengan lowongan pekerjaan yang ada
- Menjelaskan kualifikasi yang anda miliki, yaitu pengetahuan, pekerjaan, pengalaman kerja (bila ada) dan hal lain yang menunjukan keahlian anda
Ada dua unsur penting dalam surat lamaran yaitu surat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup. Surat pelamar kerja memuat keinginan pelamar untuk bekerja, sedangkan riwayat hidup memuat inforamsi mengenai latar belakang pendidikan dan keahlian yang dimiliki oleh pelamar. Umumnya daftar riwayat hidup mencantumkan data pribadi yang berisikan nama lengkap, umur atau tempat tanggal lahir, karakteristik fisik (tinggi dan berat badan), status dan kondisi kesehatan. Bila kondisinya bagus anda bisa menghilangkan beberapa bagian yang dianggap tidak perlu. Cantumkan sesuai dengan kenyataan, jangan melebih-lebihkan. Sekaran ini ada blanko riwayat hidup yang dijual secara umum, tetapi ada baiknya bila anda membuatnya sendiri.
Secara ringkas, isi daftar riwayat hidup meliputi :
- Keadaan Diri:
- Nama lengkap
- Umur atau tempat tanggal lahir
- Tempat tinggal (alamat sekarang)
- Pendidikan :
- Pendidikan dasar atau umum (SD hingga pendidikan terakhir)
- Keterampilan yang dimiliki misalnya menguasai computer, menguasai bahasa asing, berpengalaman di bidang pemasaran, operator dan lainnya.
Apapun pengalaman kerja yang anda miliki dapat dimasukan, sebagai informasi diri yang mempunyai nilai tambah bagi anda. Contohnya : pengalaman kerja selama melaksanakan Praktek Kerja Industri.
Tahapan berikutnya setelah anda mengirimkan surat lamaran kerja adalah menunggu surat balasan dari pihak yang anda kirimi surat lamaran tersebut, atau apabila anda menyerahkan sendiri surat lamaran tanpa melalui pos, maka anda akan bisa mengetahui langsung tentang hal yang diperlukan untuk langkah selanjutnya. Bila mendapatkan surat balasan dan meminta anda untuk datang, maka datanglah pada hari dan jam yang telah ditentukan, jangan pernah datang terlambat, karena hal itu akan mempengaruhi penilaian tentang anda. Memenuhi panggilan kerja merupakan saat yang penting bagi seseorang yang menginginkan kerja, oleh karena itu persiapkan diri anda sebaik mungkin. Biasanya perusahaan-perusahaan besar mengadakan tes psikologi (psikotes). Bila menghadapi psikotes, anda harus mengerjakan secara hati-hati dan sebaik mungkin. Psikotes dirancang untuk mengukur berbagai faktor psikologis tertentu. Tujuan tes ini bagi perusahaan adalah memperkirakan apa yang akan dilakukan seseorang dimasa yang akan datang. Faktor yang diukur adalah tipe psikologis, seperti logika berfikir, kemampuan mempelajari tempramen dan berbagai kecakapan tertentu. Biasanya juga menyangkut pengukuran kemampuan fisik, seperti kecakapan atau kecepatan menulis atau koordinasi gerak tangan dan penglihatan, tergantung pada posisi yang akan anda duduki diperusahaan tersebut.
Ada beberapa tes psikologi yang digunakan dalam proses pengujian seseorang, dalam hal ini adalah seleksi calon tenaga kerja.
Penggolongan tes psikologi secara lebih rinci dapat diuraikan sebagai berikut :
- Intelligence Test (tes kecerdasan)
Tes ini paling luas penggunaannya, hampir setiap posisi pekerjaan mengadakan tes semacam ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan seorang, dalam rangka berpikir secara total dan logis. - Aptitude Test (tes bakat)
Ditujukan untuk mengukur bakat atau kemampuan yang mungkin telah dikembangkan atau masih terpendam dan tidak dipergunakan. - Interest Test (tes minat)
Ditujukan untuk mengetahui minat seseorang. Tes ini memang jarang digunakan, namun dalam soal-soal tes kepribadian, tes ini terkandung didalamnya. - Achievement Test (tes prestasi)
Tes ini ditujukan untuk mengukur hasil kerja para pelamar. Bila seseorang menyatakan mengetahui atau memahami sesuatu hal, tes ini menguji seberapa jauh pengetahuan itu. Semua tes psikolog mencakup tes prestasi. - Personality Test (tes kepribadian)
Ditujukan untuk mengukur atau menilai kepribaian pelamar atau calon karyawan.
Oleh:
Dra. Agustina Soetedjo
Guru BK SMKN 1 CIANJUR








